IDAI Sarankan Pemberlakuan Buka Tutup Sekolah Cegah Omicron

Tangkapan layar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso dalam jumpa pers virtual “Peluncuran modul Indonesian Breastfeeding Course for Clinician” yang diikuti di Jakarta, Jumat (14/1/2022). -Ant

JAKARTA – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menyarankan pemerintah untuk memberlakukan mekanisme buka tutup sekolah sebagai upaya pencegahan varian Omicron mengenai anak-anak.

“Yang terakhir mekanisme kontrol buka tutup sekolah sebaiknya dilakukan secara transparan, untuk memberikan keamanan bagi publik,” kata dia dalam jumpa pers virtual “Peluncuran modul Indonesian Breastfeeding Course for Clinician” yang diikuti di Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Menanggapi mulai ditemukannya kasus Covid-19 di sekolah, ia menegaskan bahwa kepatuhan anak-anak dengan usia 11 tahun ke bawah, belum bisa menerapkan protokol kesehatan 100 persen, karena belum lengkapnya vaksinasi pada anak usia kurang dari 11 tahun tersebut.

Kemudian, katanya, adanya laporan dari beberapa negara yang mengatakan proporsi akibat infeksi Covid-19 akibat Omicron lebih banyak dibandingkan dengan varian-varian Covid-19 sebelumnya.

Bahkan, Omicron membuat anak-anak di beberapa negara dilaporkan banyak dirawat di rumah sakit, termasuk adanya temuan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia.

Akibatnya, anak berpotensi mengalami komplikasi berat, yaitu sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MIS-C) dan komplikasi long Covid-19, meski gejala Omicron dapat dikatakan lebih ringan dan tidak semua orang mengalami hal tersebut.

“Kalau sudah ketemu pasiennya itu, kasihan sekali. Saya dikardiologi anak, anak-anak dengan MIS-C itu kontraksi jantungnya sangat lemah, bisa gagal jantung,” kata dia.

Lihat juga...