Kaum Santri Dinilai Perlu Terlibat Atasi Persoalan Masyarakat

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sebagai upaya mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, kaum santri dinilai perlu untuk ikut terlibat dalam mengatasi berbagai problematika yang ada di tengah masyarakat. 

Tidak hanya terkait persoalan keagamaan saja, namun juga berbagai persoalan lain seperti pendidikan, politik, sosial kemasyarakatan, hingga ekonomi dan lain sebagainya.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekjen Kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor, Mushafa, di sela rangkaian kegiatan kaderisasi Peserta Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP Ansor Sleman, Senin (3/1/2022).

Menurut Mushafa, jajaran GP Ansor sendiri berupaya mewujudkan hal tersebut dengan mendorong seluruh kadernya untuk terjun ke masyarakat lewat program kaderisasi.

Wakil Sekjen Karedeisasi Gerakan Pemuda Ansor, Mushafa, di sela rangkaian kegiatan kaderisasi Peserta Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP Ansor Sleman, Senin (3/1/2022). –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Dalam rangkaian kegiatan kaderisasi GP Ansor, khususnya jenjang menengah, seluruh kader kita minta untuk terjun ke masyarakat. Di situ mereka wajib membuat project sosial dalam mengatasi persoalan yang ditemukan di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan, para kader ini dibebaskan dalam menentukan penyelesaian persoalan di tengah masyarakat. Seperti persoalan kekerasan antarindividu maupun kelompok, perbedaan pandangan politik yang berpotensi memicu intoleransi, sara, radikalisme, hingga himpitan ekonomi masyarakat akibat pandemi, dan sebagainya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah atau mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di tengah masyarakat yang dapat berpotensi mengganggu keutuhan NKRI. Nantinya mereka akan membuat rumusan masalah, serta rekomendasi penyelesaiannya. Tentu dengan arahan dan bimbingan kader senior dari Pimpinan Cabang GP Ansor setempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor kabupaten Sleman, Arianto Nugroho, menyebut ada 51 kader GP Ansor yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka merupakan angkatan pertama di kabupaten Sleman serta angkatan ke 5 di DIY.

Dilaksanakan selama 3 hari, mereka yang terlibat dalam kegiatan ini telah mendapatkan rekomendasi dari Pimpinan Cabang maupun Anak Cabang GP Ansor di masing-masing wilayah.

“Diharapkan dengan kegiatan semacam ini, para kader menjadi lebih peka terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat. Lalu berupaya mencari solusinya. Sehingga paling tidak mereka memiliki bekal, jika nantinya menjadi pemimpin di daerah masing-masing,” katanya.

Lihat juga...