Lapas Bulakkapal Bekasi Dilengkapi Panic button dan Infrared

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Kesatuan Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP), Lapas Kelas II A Bulakkapal, Kota Bekasi, Tommy A Nugroho ditemui Cendana News, di ruang kerjanya, Selasa (11/1/2022). Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulakkapal Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini sudah terpasang tombol peringatan bencana atau panic button system yang terintegrasi langsung dengan Kepolisian, TNI, BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran di wilayahnya.

Hal tersebut sebagai bentuk upaya peningkatan antisipasi jika terjadi bencana seperti kebakaran, gempa dan kerusuhan di dalam Lapas maka langsung terhubung dengan BPBD ataupun Pemadam Kebakaran.

Begitupun jika terjadi kerusuhan seperti perkelahian di dalam Lapas maka alat Panic button langsung terkoneksi dengan TNI-Polri.

“Program Panic button tersebut sudah dilaunching sebulan lalu di Lapas Bulakkapal. Cukup efektif dalam membantu petugas,” ungkap Tommy A Nugroho Kepala Kesatuan Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP), Lapas Kelas II A Bulakkapal, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Selasa (11/1/2022).

Selain Panic button lanjutnya, Lapas Bulakkapal juga telah dilengkapi alat deteksi infrared yang ditempel di tembok Lapas. Ketika areal tembok tersentuh atau ada yang mencoba untuk melarikan diri maka bel langsung berbunyi.

“Di lapas ini ada dua tembok tembok dalam dan luar. Pada ring kedua itu yang dipakai untuk infrared, baru mau memanjat sudah berbunyi. Lempar sarung saja untuk naik ke tembok itu alarm sudah bunyi,” tegas Tommy menyebut dengan dua alat tersebut cukup efektif mengurangi gangguan Kamtib di Lapas.

Lihat juga...