Mutasi Belum Tentu Sebabkan Virus Tambah Kuat

JAKARTA – Peneliti Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amin Soebandrio, mengatakan mutasi pada virus termasuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum tentu menyebabkan virus bertambah kuat, sebaliknya bisa mengakibatkan virus bertambah lemah.

“Dari sekian banyak mutasi, itu justru sekitar 45 persen menyebabkan virusnya mati,” kata Amin, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Amin menuturkan, sekitar 30 persen dari mutasi menyebabkan virus bertambah lemah dan sekitar 20 persen tidak menyebabkan perubahan apapun pada virus. Sementara yang menyebabkan virus bertambah aktif atau “kuat’ cuma 4-5 persen dari mutasi.

Amin menuturkan, tidak selalu hasil dari mutasi virus menyebabkan kemunculan varian yang lebih berbahaya. Meskipun peluang bertambah “kuat” suatu virus dari proses mutasi terbilang kecil, tetap harus diperhitungkan.

Lihat juga...