Normalisasi Kali CSH Bisa Lanjut Berkat Dana Swadaya Masyarakat

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Normalisasi Kali Bendung Srengseng Hilir di wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini  bisa berlanjut setelah sempat terhenti akibat ketidaan biaya operasional.

Normalisasi dilanjutkan setelah mendapat dukungan dari Desa Sukamanah dan Karang Sentosa untuk biaya operasionalnya. Biaya dikumpulkan dari swadaya masyarakat yang dikoordinir oleh petani penggerak gotong royong (PGR).

“Kembali beroperasi becko untuk normalisasi Kali CSH ini, setelah mendapat support dari dua kepala desa. Tapi, hanya mampu tiga hari. Sehari biaya operasional mencapai Rp1,8 juta,”kata Ustadz Jejen Jaenudin, ketua PGR normalisasi Kali CSH, kepada Cendana News, Rabu (5/1/2021).

Ustadz Jejen, ketua PGR, saat mengumpulkan dana swadaya untuk normalisasi kali CSH, Rabu (5/1/2022). –Foto: M Amin

Ia menjelaskan, normalisasi sudah sejak dua hari lalu dibantu desa untuk biaya operasional. Namun setelah tiga hari, operasional dilanjut dengan swadaya masyarakat melalui pengumpulan dana atau bantuan dari tokoh masyarakat yang peduli.

Menurutnya, normalisasi tersisa sekitar 3 kilometer lagi. Diperkirakan, akhir Januari selesai keseluruhan seperti cita-cita awal sepanjang 32 kilometer. Namun demikian, tergantung dana yang tekumpul dari warga dan relawan.

“Kalau modal ada, insyaallah akhir Januari selesai. Tapi, saya pastikan normalisasi ini sampai selesai bagaimanapun caranya. Karena tinggal beberapa kilometer lagi,” tegasnya.

Saat ini, kendalanya sidementasi lumpur yang bisa mencapai 3 meter. Hal lain soal jembatan dan banyaknya bangunan liar yang ada di pinggir kali. Selanjutnya soal BBM, karena harus menggunakan dexlite, tidak bisa beli solar biasa.

“Alahmadulillah, hari ini sudah terkumpul sekira Rp550 ribu. Sekarang paling meminta ke kepala dusun, tokoh masyarakat agar mengumpulkan dana untuk biaya operasional,” imbuh Mang Oye, relawan.

Lihat juga...