Peneliti BRIN Identifikasi Tumbuhan Paku Jenis Baru

Spesimen holotipe yang dipindai dari Deparia stellata Wardani spec. nov Dari W. R. Barker 67491. Dipindai oleh Jaenudin. -Ant

JAKARTA – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi tumbuhan paku jenis baru, Deparia stellata, yang tumbuh di pedalaman hutan Pegunungan Bintang, Papua Nugini.

Peneliti Pusat Riset Biologi BRIN, Wita Wardani, mengatakan penemuan jenis baru itu menambah informasi variasi dan inventarisasi jenis tumbuhan paku (pteridofita), khususnya di wilayah fitogeografi Malesia.

“Kunci penemuan ini adalah kesediaan herbarium Natural History Museum London (BM) meminjamkan spesimennya. Spesimen ini saya temukan saat berkunjung ke herbarium tersebut, untuk memeriksa tumpukan spesimen yang belum teridentifikasi di tahun 2016,” kata Wita dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Wita bersama tim mampu mengidentifikasi tumbuhan pteridofita jenis baru tersebut berdasarkan spesimen yang dikoleksi oleh WR Barker, dalam Ekspedisi Pegunungan Bintang 1975.

Ekspedisi tersebut merupakan perjalanan eksplorasi botani kolaboratif antara Rijksherbarium Belanda, dengan herbarium nasional Papua Nugini.

Wita yang merupakan peneliti bidang botani menuturkan, secara sepintas tutupan permukaan tangkai dan rakis daun jenis baru itu tampak berbeda.

Melalui pengamatan mikroskop berdaya pembesaran tinggi di Herbarium Bogor, akhirnya Wita mengonfirmasi kebaruan spesimen tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Reinwardtia pada 6 Desember 2021.

Setelah pengamatan dengan mikroskop, ciri khas jenis baru itu teramati dengan lebih jelas, baik variasi bentuk, ukuran dan posisinya terhadap ciri yang lain.

“Sebelumnya, rambut-rambut bintang berwarna gelap kemerahan yang menyelimuti rakis dan kosta (tulang daun) tidak pernah ditemukan pada jenis Deparia. Demikian pula sisik dengan tepian berambut tak beraturan. Ciri ini tidak biasa bagi marga ini,” ujar Wita.

Namun, rambut-rambut bintang yang serupa teramati pula pada Diplazium stellatopilosum, jenis dari marga yang berbeda, namun masih dari suku yang sama yang juga ditemukan di wilayah Papua Nugini.

Perbedaan Deparia dan Diplazium dapat dilihat dari parit pada kosta yang tidak menerus pada Deparia, namun kebalikannya pada Diplazium.

“Karakter rambut bintang diperkirakan sebagai ciri khas jenis dari daratan Papua, khususnya di bagian timur, namun perlu dilakukan kajian yang lebih menyeluruh untuk memastikannya,” tutur Wita. (Ant)

Lihat juga...