Pindah Lokasi, Tugu 66 Diharapkan Jadi Inspirasi Pemuda dalam Membawa Angin Perubahan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Pemindahan monumen atau Tugu 66 yang berada di kawasan jalan Rasuna Said Kuningan, ke kawasan Taman Menteng Jakarta Pusat, pada peringatan peristiwa hari Tritura ke 56 yang jatuh pada Senin 10 Januari 2022 hari ini, diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi generasi muda di masa sekarang.

Tugu 66 sebagai lambang sekaligus ikon gerakan mahasiswa dan pelajar yang dicetuskan pada tahun 1966, dalam peristiwa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) ini dinilai menyimpan semangat serta nilai-nilai penting bagi generasi muda dalam membawa angin perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negara ini.

“Dimana sejarah mencatat bahwa perubahan besar di negara kita, hampir selalu dilakukan oleh para pemuda. Mulai dari sejak munculnya deklarasi Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, perubahan politik dari era orde lama ke orde baru. Hingga lahirnya masa Reformasi,” ujar Noor Johan Nuh, Ativis 66 yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), kepada Cendana News, Minggu.

Noor mengatakan, peristiwa 1966, merupakan sebuah gerakan pemuda, baik itu mahasiswa atau pelajar yang menuntut pemerintahan kala itu, agar melakukan 3 hal yang menjadi tuntutan rakyat. Yakni menurunkan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi akibat adanya inflasi yang mencapai 650 persen. Meresufle Kabinet yang kala itu mencapai sebanyak 100 menteri. Serta membubarkan PKI (Partai Komunis Indonesia), karena telah terbukti terlibat dalam peristiwa Kudeta berdarah pada 30 September 1965.

“Gerakan para pemuda baik mahasiswa maupun pelajar pada tahun 1966 ini kemudian dikenal dengan peristiwa Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat. Untuk memperingati peristiwa bersejarah ini kemudian dibangun monumen atau tugu peringatan 66 di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan. Peresmian Tugu 66 ini saat itu dilakukan secara langsung oleh Presiden RI ke 2 HM Soeharto, pada tahun 1992,” katanya.

Lihat juga...