Program DCML Yayasan Damandiri Berhasil Tingkatkan NJOP Tanah Warga di Kawasan Samiran

BOYOLALI — Desa Cerdas Mandiri Lestari DCML Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah merupakan salah satu percontohan desa binaan Yayasan Damandiri yang terbilang sukses besar dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Salah satu bukti nyata keberhasilan program Yayasan Damandiri itu adalah terbentuknya ekosistem pariwisata di kawasan terpencil desa Samiran, yang menjadi kekuatan sekaligus penggerak perekonomian baru di wilayah lereng gunung Merapi dan Merbabu tersebut.

Di samping mampu menumbuhkan bidang-bidang usaha baru di sektor pariwisata seperti homestay, objek wisata hingga warung-warung cafe, program Desa Cerdas Mandiri Lestari, yang dijalankan Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, juga mampu meningkatkan nilai aset masyarakat di wilayah desa tersebut.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, menyebut pada tahun 2017 lalu, NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) tanah di desa Samiran hanya mencapai sekitar Rp250-300 ribu per meter persegi. Hal itu tak lepas karena tanah atau pekarangan di kawasan ini hanya dimanfaatkan untuk lahan pertanian saja.

Namun berkat adanya program dari Yayasan Damandiri, kini NJOP tanah atau pekarangan milik warga telah meningkat hampir 10 kali lipat dari sebelumnya. Bayu mencatat, NJOP tanah warga di kawasan pusat pemberdayaan Yayasan Damandiri, tepatnya di dusun IV Samiran kini telah mencapai Rp2-3 juta per meter persegi.

“NJOP tanah disini meningkat luar biasa dibandingkan 5 tahun terakhir. Ini tak lepas karena keberhasilan program DCML dalam membangun sektor pariwisata di kawaaan ini. Bahkan NJOP tanah di kawasan ini juga lebih tinggi dibandingkan NJOP tanah di tepi jalan raya Selo,” ungkapnya.

Lihat juga...