Rupiah Bergerak Melemah 25 Poin ke Posisi Rp14.291

JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah dipicu kekhawatiran terhadap risiko volatilitas akibat percepatan “tapering” The Fed.

Rupiah bergerak melemah 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.291 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.266 per dolar AS.

“Perkembangan rupiah dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Rully, kepercayaan terhadap prospek ekonomi global cukup baik, khususnya di negara-negara maju.

“Namun di sisi lain ada risiko volatilitas karena rencana pengurangan quantitative easing The Fed secara agresif pada bulan ini yang menyebabkan imbal hasil US treasury 10 tahun mengalami kenaikan,” ujar Rully.

The Fed akan melakukan percepatan pemangkasan stimulus yang berjalan dan berencana akan mengakhirinya pada pertengahan 2022, serta bersiap menaikkan tingkat suku bunga acuannya.

Langkah itu dipandang perlu di tengah ancaman tingginya inflasi di AS yang akan menekan daya beli masyarakat yang baru kembali tertopang ekonominya dari keterpurukan wabah COVID-19.

Lihat juga...