Rusia di Pertemuan NATO Bakal Ajukan Tuntutan untuk Jaminan Keamanan

BRUSSEL — Rusia akan mengajukan tuntutannya untuk jaminan keamanan di Eropa kepada 30 negara sekutu NATO pada Rabu, setelah pembicaraan yang intens dengan Amerika Serikat di Jenewa yang menunjukkan kedua belah pihak memiliki perbedaan besar untuk dijembatani.

Dewan NATO-Rusia di markas sekutu di Brussel adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk meredakan ketegangan terburuk Timur-Barat sejak Perang Dingin, yang dipicu terutama oleh konfrontasi atas Ukraina, yang menurut AS akan diserbu Rusia.

Moskow menolak klaim semacam itu, meskipun pihaknya mengerahkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina.

Para diplomat NATO mengatakan aliansi Barat siap berunding dengan Moskow tentang peningkatan keterbukaan seputar latihan militer dan untuk menghindari bentrokan tak disengaja yang dapat memicu konflik, serta kontrol senjata mengenai rudal di Eropa.

Tetapi sekutu NATO mengatakan bahwa banyak tuntutan Rusia, yang dituangkan dalam dua rancangan perjanjian pada Desember, tidak dapat diterima, termasuk seruan untuk mengurangi kegiatan sekutu ke tingkat era 1990-an dan berjanji untuk tidak menerima anggota baru.

“Mari kita perjelas: tindakan Rusia telah memicu krisis ini. Kami berkomitmen untuk menggunakan diplomasi untuk meredakan situasi,” kata utusan AS untuk NATO Julianne Smith kepada wartawan pada Selasa (11/1) malam.

“Kami ingin melihat … Rusia menarik kembali pasukannya,” katanya tentang 100.000 tentara yang ditempatkan di dekat Ukraina.

Seraya memperlihatkan reaksi marah atas ekspansi NATO ke arah timur ke dalam lingkup pengaruh lama Soviet, Kremlin melihat strategi deterensi aliansi yang dipimpin AS dan modernisasi militer sebagai ancaman.

Rusia menggelar latihan tembak dengan pasukan dan tank di dekat perbatasan Ukraina pada Selasa sambil menyuarakan nada suram atas prospek pembicaraan lebih lanjut dengan AS.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg akan memimpin pembicaraan pada Rabu mulai pukul 09.00 GMT (16.00 WIB) dengan 30 duta besar negara sekutu dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

Sekutu diperkirakan akan menyuarakan keprihatinan tentang apa yang mereka katakan sebagai serangan rahasia dan dunia maya, serta campur tangan pemilu, di Uni Eropa dan AS.

Rusia membantah melakukan semua kesalahan yang dituduhkan. [Ant]

Lihat juga...