Sleman Giatkan Patroli Malam Tanggulangi Kejahatan Jalanan

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Sleman akan menggiatkan patroli keamanan gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian pada malam hari, guna mencegah terjadinya kejahatan jalanan yang diduga melibatkan remaja.

“Untuk menanggulangi kejahatan jalanan oleh remaja tersebut, kami akan menggiatkan patroli oleh Satpol PP bersama kepolisian dan instansi terkait di area yang disinyalir rawan kejahatan jalanan,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, saat mengunjungi korban kejahatan jalanan di Sleman, Rabu (5/1/2022).

Kustini Sri Purnomo bersama jajarannya mengunjungi dua korban kekerasan jalan di wilayah Kabupaten Sleman. Kunjungan tersebut dilakukan di kediaman Dhemas Hernando Purnomo (16), warga Condongcatur, Depok, dan Faisal Dwi Saputra (16) warga Catur Tunggal, Depok.

Dhemas dan Faisal diketahui sebelumnya merupakan korban aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan Kaliurang Km 9, di Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, pada Senin (27/12) dini hari.

Korban dikeroyok oleh sekelompok orang dan mengalami luka bacok yang mengakibatkan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh.

Kustini mengatakan, kedatangannya tersebut bersama rombongan untuk memberikan motivasi serta edukasi.

Ia berharap, peran orangtua juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian kejahatan jalanan oleh remaja yang biasa di sebut klitih ini.

“Saya berharap, para orang tua mengingatkan agar anaknya terutama remaja untuk tidak keluar atau bepergian di atas jam 21.00 WIB,” katanya.

Bupati mengatakan, Pemkab Sleman juga akan memanfaatkan pemantauan melalui CCTV yang tersebar di beberapa lokasi.

“Kami akan menggiatkan kembali patroli dan memanfaatkan CCTV yang saat ini sudah terpasang lebih dari 500 titik di Kabupaten Sleman,” katanya.

Ia mengatakan, ke depan Pemkab Sleman akan menambah ruang lingkup untuk berekspresi dan berkreasi bagi anak dan remaja di Kabupaten Sleman.

Di antaranya memanfaatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta mengajak remaja di Sleman terlibat dalam Forum Anak Sleman (Forans).

“Akan kami coba arahkan pada kegiatan yang positif, dengan harapan dapat mengikis ‘klitih’ di Sleman,” katanya. (Ant)

Lihat juga...