Tim Gabungan Imbau Masyarakat Bengkulu tidak Mandi di Pantai

KOTA BENGKULU — Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Kota Bengkulu, Badan SAR Nasional (Basarnas) Bengkulu mengimbau masyarakat  pengunjung lokasi wisata seperti Pantai Pasir Putih, Pantai Panjang, Pantai Malabero dan Pantai Tapak Paderi agar tidak mandi dan bermain ombak di pantai.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bengkulu, Denny Apriansyah  di Bengkulu, Sabtu mengatakan saat ini ombak di pesisir pantai  wilayah Bengkulu mencapai dua hingga empat meter.

Kawasan pantai terkenal dengan keganasannya serta saat ini Bengkulu masih berada dalam status waspada dampak La Nina.

Tim gabungan terus melakukan patroli di sepanjang bibir pantai untuk mengingatkan dan menghimbau pengunjung agar tidak mandi.

Pihaknya beserta Basarnas dan Dinsos Kota berjaga di pinggir pantai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengunjung yang tenggelam.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau pengunjung untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Setidaknya masyarakat diingatkan untuk selalu menggunakan masker,” ujarnya.

Namun masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker serta nekat untuk mandi di pantai.

Kepala Stasiun Klimatologi Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan bahwa gelombang tinggi masih terjadi di perairan Bengkulu.

Gelombang tinggi di perairan Bengkulu mencapai 3,5 meter dan di perairan Pulau Enggano mencapai empat meter akibat dampak dari fenomena La Nina.

Fenomena La Nina adalah fenomena mendinginnya Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur hingga melewati batas normalnya sehingga memengaruhi sirkulasi udara global yang mengakibatkan udara lembab mengalir lebih kuat dari Samudra Pasifik ke arah Indonesia.

Potensi bencana alam seperti banjir di Provinsi Bengkulu masuk dalam status waspada, berikut wilayah yang berpotensi terjadinya banjir. [Ant]

Lihat juga...