Transaksi Penjualan di Gerai UKM Bandara YIA Kulon Progo Masih Minim

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah pelaku UMKM yang membuka gerai di kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo, mengaku tak mengalami kenaikan omzet penjualan selama masa libur Natal dan Tahun Baru kemarin. 

Meski secara kasat mata terjadi kenaikan jumlah pengunjung secara signifikan, namun mereka mencatat nilai transaksi produk UMKM di sejumlah gerai Bandara YIA stagnan atau tak melonjak sama sekali.

“Selama masa libur Natal dan Tahun Baru sama saja. Tidak ada kenaikan transaksi. Memang jumlah pengunjung meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Namun kebanyakan hanya melihat-lihat saja, dan tidak melakukan transaksi,” ujar salah seorang pelaku UMKM yang membuka gerai di kawasan bandara YIA Kulon Progo, Ari Wintolo, Selasa (11/1/2022).

Pelaku UMKM yang membuka gerai di kawasan Bandara YIA Kulon Progo, Yogyakarta, Ari Wintolo, Selasa (11/1/2022). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Ari yang merupakan perajin kayu ini, membuka gerai di kawasan Bandara YIA Kulon Progo sejak November lalu. Ia menjual sejumlah produk interior dan perlengkapan alat rumah tangga berbahan kayu. Mulai dari piring, gelas, sendok, nampan, vas bunga, hiasan dekorasi, hingga tangga, dan sebagainya.

“Saya sewa dua kapling. Setiap kapling ukurannya 3 x 1,5 meter persegi. Biaya untuk sewa 60 hari mencapai Rp3 juta. Sementara pemasukan dari hasil penjualan rata-rata hanya Rp300ribu per hari. Jadi, memang masih merugi,” ujarnya.

Meski nilai transaksi masih minim sehingga harus merugi, Ari mengakui dengan memiliki gerai di kawasan Bandara YIA Kulon Progo dapat memberikan keuntungan tersendiri. Khususnya dalam hal promosi produk. Banyaknya wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia yang berkunjung, dinilai menjadi nilai plus tersendiri.

“Meski dari sisi omzet minim, tapi gerai UMKM di Bandara YIA ini bagus untuk promosi produk. Jadi, seperti pameran. Banyak orang dari berbagai daerah yang bisa melihat produk kita. Sehingga walaupun di sini tidak beli, tapi begitu pulang mereka sudah memiliki kontak dan rujukan produk-produk yang dijual di sini,” ungkapnya.

Ari sendiri mengaku telah membuktikan hal tersebut. Sejak membuka gerai UMKM di Bandara YIA ini, ia bisa meluaskan pasar serta menambah jumlah link konsumennya. Terbukti dari munculnya sejumlah pelanggan baru dari beberapa daerah yang memesan produknya.

“Tujuan utama UMKM seperti saya membuka gerai di sini memang lebih untuk mem-branding produk. Serta untuk meluaskan link atau chanel konsumen,” pungkas perajin asal Palbapang, Bantul, tersebut.

Lihat juga...