BMKG Lakukan Survei Geofisika di Lokasi Gempa Pasaman Barat

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di ruang tunggu VIP Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sabtu. ANTARA/Fandi Yogari

PADANG PARIAMAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan melakukan survei geofisika di lokasi gempa Pasaman, Sumatera Barat, untuk mengantisipasi gempa susulan yang berpotensi terjadi dan meninjau langsung kondisi terkini di lapangan.

“Kalau terjadi gempa susulan seberapa besar risiko dampaknya, sering terjadi saat gempa tebing banyak yang rontok dan bebatuan banyak lepas, untuk itu kami ingin melihat langsung ke lokasi,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Padang Pariaman, Sabtu, usai mendarat di Bandara Internasional Minangkabau sebelum bertolak ke lokasi gempa Pasaman.

Menurut dia, sejumlah agenda survei yang akan dilakukan meliputi survei macroseismic berupa melakukan pemetaan dampak kerusakan, survei microzonasi berupa pemetaan siteclass kerentanan seismic, survei dan monitoring microseismic gempa susulan dan estimasi gempa susulan berakhir.

Kemudian survei potensi dampak colateral hazard, longsor, banjir bandang bila terjadi hujan lebat di sekitar sumber gempa serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Ia menyampaikan, ingin melihat langsung seberapa parah dampak gempa apalagi ada runtuhan bebatuan dan longsor.

“Apalagi, saat ini puncak musim hujan dan curah hujan masih tinggi sehingga lereng yang sudah digoyang gempa bisa semakin runtuh dan membahayakan masyarakat di sekitar,” kata dia.

Dwikorita mengatakan, pihaknya juga akan melakukan survei dan pengukuran berbagai jenis tanah dan bebatuan di sekitar pusat gempa.

Lihat juga...