Dinas Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Sulsel

MAKASSAR – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sulawesi Selatan, menjamin stok pupuk bersubsidi masa musim tanam tahun 2022 aman sesuai alokasi yang diberikan pemerintah pusat.
“Sudah ada alokasinya, tersedia setiap tahun sesuai dengan keputusan gubernur. Soal pupuk subsidi itu kan domain pusat. Ada aplikasinya dan sudah tersistem,” ujar Kepala Dinas TPHP Sulsel, Muhammad Firda di Makassar, Rabu (23/2/2022).
Ia menjelaskan, untuk pupuk subsidi telah diatur kuota atau jatah termasuk harganya setiap tahun. Bahkan, Kementerian Pertanian mendistribusikan ke daerah sesuai alokasi merujuk pada penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mengenai isu kelangkaan pupuk, kata dia pada dasarnya tidak ada kelangkaan karena sudah ada alokasi permintaan dari kelompok tani masing-masing daerah.
Dari data alokasi pupuk subsidi tahun 2022 di berikan Pemerintah pusat untuk 24 kabupaten kota di Sulsel, tercatat 349.478 ton.
Rinciannya, pupuk Urea sebanyak 335.643 ton, SP-36 sejumlah 20.689 ton, Pupuk ZA sebanyak 24.548 ton, Pupuk NPK Phonska sebanyak 160.908 ton, Pupuk NPK Formula Khusus sebanyak 2.466 ton, dan Pupuk Organik Granul sebanyak 27.781 ton.
Sejauh ini stok pupuk bersubsidi masih tersedia hingga 17 Februari 2022 di Sulsel tercatat 123.954 ton.
Rinciannya, Pupuk Urea sebanyak 58.302 ton, NPK sebanyak 31.192 ton, SP-36 berjumlah 3.830 ton, Pupuk ZA sebanyak 28.905 ton, Pupuk Organik sebanyak 1.725 ton.
“Kita juga punya pupuk cair dari alokasi APBD, bukan hanya peruntukan pada sektor persawahan tapi juga untuk perkebunan. Kalau pupuk Subsidi kuota ada karena itu usulan dari masyarakat kelompok tani,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, pemilik distributor pupuk bersubsidi, CV Mulia, Nurlia Sulaiman, menuturkan stok pupuk bersubsidi tersedia.
Penyalurannya pun sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 41 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 15 tahun 2013.
Sampai saat ini, kata dia, belum menerima laporan keluhannya petani atas kekurangan pupuk. Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi dan pembinaan langsung kepada seluruh kios maupun mitra kerjanya sebagai penyalur pupuk.
“Kita ingatkan terus mitra kami, bahwa ketentuan HET wajib dijalankan pada tiap kios tanpa ada alasan apapun. Meski tetap ada biaya tambahan ongkos kirim,” katanya.
Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan stok pupuk bersubsidi di Sulsel disalurkan sebanyak 102 ribu ton. Pupuk tersebut didistribusi dua anak perusahaan, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik.
Sejak pertengahan Februari 2022, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 90 ribu ton pupuk bersubsidi, atau 16 persen. (Ant)

Lihat juga...