Disnakeswan: Kasus Gigitan Anjing Rabies di Sumbawa Meningkat

MATARAM — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat kasus rabies akibat serangan anjing liar di Pulau Sumbawa, dalam tiga tahun terakhir meningkat, dengan jumlah 635 kasus.

“Gigitan rabies ini memang betul-betul jadi ancaman di Pulau Sumbawa,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB drh Khairul Akbar di Mataram, Jumat.

Ia menyebutkan, berdasarkan data selama tiga tahun terakhir atau sejak 2019 sampai 2021, jumlah kasus gigitan rabies di Pulau Sumbawa ini telah menyerang di empat kabupaten dan kota di wilayah itu, yakni Kabupaten Sumbawa 23 kasus di Tahun 2019 meningkat 68 kasus di 2020 dan 327 kasus di Tahun 2021, sehingga total 418 kasus. Kabupaten Dompu 170 kasus di 2019 dan satu kasus di 2020 dan nol kasus di 2021, sehingga total 171 kasus.

Selanjutnya, di Kabupaten Bima pada 2019 terjadi nol kasus, namun di 2020 terjadi 28 kasus dan di Tahun 2021 terjadi 17 kasus, sehingga total 45 kasus. Kemudian di Kota Bima hanya terjadi satu kasus saja di tahun 2021, sehingga secara keseluruhan gigitan rabies akibat anjing liar ini mencapai 635 kasus.

“Yang paling banyak ini terjadi di Kabupaten Sumbawa,” katanya.

Lihat juga...