Gaya Hidup Praktis Sebabkan Tingginya Penggunaan Plastik

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

JAKARTA – Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan gaya hidup masyarakat yang ingin serba praktis berdampak pada tingginya penggunaan plastik sekali pakai.

“Hal ini didorong oleh perubahan gaya hidup atau lifestyle dan pola konsumsi masyarakat Indonesia memang ingin praktis, sehingga banyak menggunakan plastik sekali pakai,” kata Rosa dalam acara webinar bertajuk “Plastic Credit, Gagasan Baru Solusi Pengurangan Sampah Plastik?” yang diikuti di Jakarta, Kamis (24/2/2022).

KLHK mencatat pada tahun 2021 sampah nasional diperkirakan mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, terdapat peningkatan jumlah sampah plastik dari 11 persen di 2010 menjadi 17 persen pada 2021.

“Persoalan sampah belum selesai, bahkan semakin kompleks dengan magnitude yang semakin besar,” katanya.

Lihat juga...