Rupiah Berpotensi Melemah Tertekan Kenaikan Inflasi Global

JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diproyeksikan melemah tertekan kenaikan inflasi global.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp14.391 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.393 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Faktor yang menjadi penekan rupiah masih sama yaitu kenaikan inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Selain itu faktor penekan bagi rupiah lainnya yaitu tren kenaikan harga minyak mentah yang memberikan dorongan tambahan kenaikan inflasi.

Kemudian penurunan surplus neraca perdagangan Indonesia dan gelombang ketiga COVID-19 di Tanah Air yang memicu pengetatan pembatasan aktivitas ekonomi, juga bisa melemahkan rupiah.

“Di sisi lain, sentimen positif pelaku pasar terhadap aset berisiko terutama pasar saham bisa menjaga pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” ujar Ariston.

Lihat juga...