Simbol Gender Dominasi Pembuatan Perahu Tradisional Kei

AMBON – Arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kantor Arkeologi Maluku, Lukas Wattimena, menyatakan simbol gender perahu dominasi pembuatan perahu tradisional di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara.

“Simbol itu ada karena ritual dan konsep gender perahu laki- laki dan perempuan,” katanya, Sabtu (19/2/2022).

Konsep gender, katanya, terjadi karena adanya komunikasi simbol antara pemesan dan pembuat perahu.

Selain simbol gender, simbol mata juga ditemukan sebagai simbol untuk melihat, dan terdapat di bagian depan perahu.

“Ada beberapa referensi yang kami temukan dari penelitian di Kepulauan Kei, tentang motif gambar perahu, kemudian kami cocokkan dan telusuri secara data dan wawancara dengan masyarakat,” katanya.

Penelitian kemaritiman telah dimulai tahun 2014 hingga 2019 di provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Lihat juga...