Soal Pengeras Suara, MPU Aceh Harap Menag Perhatikan Kearifan Lokal

BANDA ACEH — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh berharap Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memperhatikan kearifan lokal terkait aturan pengeras suara azan, biarkan kebijakan tersebut diatur masyarakat dan pengurus masing-masing masjid.

“Aceh tidak perlu, cukup dengan kearifan lokal, dan kembalikan kepada masyarakat dengan pengurus masjid, karena kondisi daerah itu berbeda-beda,” kata Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali, di Banda Aceh, Jumat.

Apalagi untuk Aceh, kata Tgk Faisal, memiliki kearifan lokal dan kekhususan sendiri, sehingga hal tersebut tidak seharusnya lagi diatur sedemikian rupa.

“Tidak boleh kita samakan, di Aceh ada juga yang minoritas orang islam, jadi kembali ke kearifan lokal daerah masing-masing,” ujarnya.

Insyaallah, kata Tgk Faisal, jika ketentuan mengenai pengeras suara di masjid tersebut dikembalikan pada kearifan lokal akan lebih baik, apalagi masyarakat setempat lebih memahami bagaimana kondisi di daerahnya sendiri.

Lihat juga...