Dua Auditor BKP Jabar Terjaring OTT Kejari Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

“Terduga pelaku saat ini ditangkap kita amankan 1X 24 jam, jika setelah alat bukti cukup, kita tingkatkan statusnya tahanan kota,” tuturnya menegaskan belum ada pelaku lainnya yang ditangkap.

Sementara itu, Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mengapresiasi terkait informasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi, yang disinyalir melakukan pemerasan untuk “Lobi” memuluskan audit.

Ketua Umum LAMI, Jonly Nahampun, meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi agar mendalami dan melakukan penyelidikan, terkait dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19 dan honor serta anggaran dinas perjalanan yang sangat fantastis yang diduga adanya kerugian negara .

“Kami mengapresiasi dan mendukung Kejaksaan untuk pengusutan dana BTT, apalagi soal anggaran Covid-19,” ujar Jonly, Rabu (30/3).

Jonly menambahkan, Kejaksaan juga harus mengusut tuntas atas adanya oknum yang diduga sering melakukan “lobian” memuluskan, agar audit BPK selalu bagus dalam laporan pertanggungjawaban. Apalagi, persoalan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Harus diusut tuntas, karena kami juga menduga banyak persoalan terkait laporan pertanggungjawaban keuangan yang paling berpotensi disinyalir dari BTT Covid atau Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

“Informasi dan investigasi kita, adanya dugaan pemulusan audit soal honor dinas perjalanan terkait BTT, monitoring dan bantuan-bantuan,” tambahnya.

Lihat juga...