Kisah Dusun Kemusuk, Jadi Sasaran Amuk Belanda Karena SU 1 Maret 1949

Editor: Koko Triarko

Cendana News, YOGYAKARTA – Dusun Kemusuk menjadi sasaran amuk pasukan Belanda yang jengkel akibat serangan umum pimpinan Letkol Soeharto.

Dusun Kemusuk di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, terkait erat dengan sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949.

Dusun Kemusuk kelahiran Soeharto itu turut menjadi sasaran penyerangan pasukan Belanda.

Belanda menyerang Dusun Kemusuk karena marah akibat berbagai serangan umum pimpinan Letkol Soeharto.

Gatot Nugroho, pengelola Museum Soeharto di Dusun Kemusuk, membeberkan peristiwa sejarah tersebut.

Menurut Gatot, Belanda menyerang Dusun Kemusuk karena tahu Soeharto berasal dari dusun tersebut.

Gatot menceritakan, ketika Belanda kembali menguasai Yogyakarta pada tahun 1948, Letkol Soeharto mengadakan perlawanan.

Tindakan Soeharto tersebut berdasarkan Surat Kilat atau Surat Perintah Siasat dari Panglima Tertinggi Jenderal Besar Soedirman.

Menurut Gatot, Letkol Soeharto melancarkan serangan pertama pada tanggal 29 Desember 1948 malam hari.

Penyerangan secara gerilya ini menyasar pos-pos Belanda di segala penjuru kota.

Pasukan pejuang menghancurkan tempat-tempat strategis yang sering dilalui dan digunakan oleh pasukan Belanda.

“Akibat serangan umum malam hari yang pertama ini, membuat Belanda melakukan aksi pembalasan,” kata Gatot.

Belanda melakukan pembersihan ke desa-desa pinggiran kota dan menuju Dusun Kemusuk.

“Belanda tahu kalau Soeharto itu adalah pemuda dari Dusun Kemusuk,” ujar Gatot.

Menurut Gatot, pasukan Belanda masuk ke Dusun Kemusuk pada hari Jumat Kliwon, 6 Januari 1949.

Lihat juga...