Musim Hujan, Waspadai Penyakit Bercak Daun Tanaman Jahe Merah

Admin

YOGYAKARTA, cendananews.com – Penyakit bercak daun pada tanaman jahe merah bisa makin menyebar cepat saat musim penghujan.

Penyakit bercak daun menyebabkan tanaman jahe merah tidak bisa tumbuh maksimal. Bahkan, mati. Meskipun mudah mengatasi, penyakit bercak daun ini akan mudah tumbuh lagi di musim penghujan.

Mengutip laman dinaspertaniankulonprogo, penyakit bercak daun pada tanaman jahe merah disebabkan oleh jamur Phyllosticta zingiberi.

Di daerah tropis, jamur tersebut akan makin cepat menular. Apalagi, di musim penghujan yang membuat kondisi makin lembap.

Serangan jamur ini menyebabkan daun jahe merah menjadi rusak. Daun menguning dan mengecil. Sementara daun muda yang baru muncul menampakkan gejala klorosis.

Saat musim penghujan, butuh tenaga ekstra untuk mengatasi penyakit bercak daun ini. Pembasmian jamur tidak akan cukup hanya sekali.

Gerakan pengendalian serentak bahkan perlu jika lahan tanaman jahe merah cukup luas. Misalnya, mencapai 1 hektare atau lebih.

Namun, pengendalian penyakit bercak daun ini sebaiknya dilakukan bertahap. Sesuai dengan tingkat keparahan.

Mula pertama, upaya pengendalian bisa dengan mengisolasi tanaman jahe yang terserang penyakit bercak daun.

Bisa pula dengan memotong daun jahe merah yang terkena penyakit bercak daun, kemudian memusnahkannya.

Pada lahan yang luas, upaya pengendalian perlu menggunakan fungisida nabati maupun kimiawi. Ditambah agens hayati berupa Coryne bacterium.

Untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, tambahkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau PGPR.

Upaya pengendalian dengan penyemprotan tersebut setiap seminggu sekali, hingga penyakit tersebut hilang.

Lihat juga...