Normalisasi Ciliwung Terus Berjalan dengan Prioritas Tujuh Kelurahan

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memastikan program normalisasi Sungai Ciliwung terus berjalan dengan prioritas di tujuh kelurahan yang merupakan lokasi rawan genangan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal menyebutkan, saat ini salah satu dari tujuh kawasan prioritas lahan sedang dilakukan langkah normalisasi dengan pembebasan lahan, yakni di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur.

“Ya, itu tetap jalan. Sudah ada (pembebasan lahan). Tadi saya laporkan, yang di Cawang kita bebaskan kita mulai (normalisasi) dengan Kementerian PUPR,” kata Yusmada di Jakarta, Selasa.

Yusmada menerangkan, normalisasi Ciliwung
kini fokus di tujuh kelurahan, yakni Cawang, Rawajati, Kebon Baru, Manggarai, Pengadegan, Bidara Cina dan Kampung Melayu. Normalisasi tak lagi fokus pada panjang target yang perlu dicapai, melainkan merujuk pada titik rawan banjir.

“Pendekatannya bukan sepanjang itu. Pendekatannya kalau Kementerian PUPR itu ‘spot’ daerah potensi daerah kritis itu ada tujuh kelurahan yang menjadi prioritas untuk ditangani di Ciliwung itu. Cawang, Rawajati, itu salah satunya,” katanya.

Yusmada menuturkan, prinsipnya program peningkatan kapasitas di sungai besar seperti Ciliwung dan Sunter, terus digencarkan secara bertahap. Namun dalam prosesnya ditemukan kendala administrasi seperti pembebasan lahan.

“Kendalanya kan soal administrasi, banyak yang keberatan. Itu kan butuh waktu, butuh proses,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembebasan lahan untuk normalisasi sungai tahun 2022 ada 293 bidang tanah yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Lihat juga...