Polri Diminta Ungkap Keputusan Bripka H Lepaskan Tembakan

Tangkapan layar Ketua Kompolnas Irjen Pol Purn Benny Jozua Mamoto. ANTARA/ (Muhammad Zulfikar

JAKARTA – Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto, meminta kepolisian melakukan rekonstruksi untuk mengetahui gambaran kondisi di lapangan terkait keputusan Bripka H melepaskan tembakan, saat unjuk rasa penolakan tambang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bripka H, bintara Polres Parigi Moutong ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa unjuk rasa penolakan tambang di Parigi Moutong, yang menewaskan satu orang warga sipil awal Februari lalu.

“Perlu dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui gambaran kondisi di lapangan, sehingga yang bersangkutan (Bripka H) memutuskan melepaskan tembakan. Apakah tembakan tersebut tembakan peringatan, tapi salah arah (ke arah yang tidak aman) atau memang untuk melumpuhkan,” kata Benny, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (3/3/2022).

Benny menyebutkan, Kompolnas ikut memantau perkembangan penanganan kasus unjuk rasa yang menewaskan satu warga sipil di Parigi Moutong.

Menurut dia, dari keterangan yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, bahwa anggota Polri yang terlibat pengamanan unjuk rasa di wilayah tidak menggunakan senjata api, sebagaimana diatur dalam SOP pengamanan unjuk rasa.

Namun dalam peristiwa tersebut, satu warga meninggal dunia akibat tembakan. Lalu, kepolisian setempat melakukan uji balistik untuk mengetahui siapa pemilik senjata api tersebut.

Lihat juga...