Setelah SU 1 Maret 1949 Nama Soeharto Sering Muncul di Koran Belanda

Admin

Cendana News, JAKARTA – Pakar filologi dan ahli pernaskahan Nusantara Dr Surya Suryadi, MA mengatakan tidak mungkin menghilangkan Soeharto dari konteks sejarah SU 1 Maret 1949.

Dr Surya Suryadi, MA bahkan mengatakan nama Soeharto sangat menonjol pada masa itu bersama dua tokoh lainnya, Sultan HB IX dan Jenderal Soedirman.

Sehingga sangat tidak mungkin menghilangkan peran Soeharto dalam sejarah SU 1 Maret 1949.

Dr Surya Suryadi, MA mengatakan hal itu dalam diskusi daring yang ditayangkan kanal YouTube Forum Insan Cita, Minggu (13/3/2022) malam.

Diskusi tersebut juga menghadirkan narasumber lain, seperti Prof Anhar Gonggong, Dr Fadli Zon, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dan lainnya.

Diskusi bertema Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), Serangan Umum 1 Maret 1949 dan Keppres Nomor 2 Tahun 2022.

Panitia mengangkat tema tersebut untuk menyikapi kontroversi Keppres itu yang ‘menghilangkan’ peran Soeharto.

Dalam materinya, Dr Surya Suryadi, MA mengeksplorasi sejarah SU 1 Maret 1949 dari sejumlah koran Belanda yang terbit pada masa itu.

Antara lain koran Belanda ‘De Locomotief’ yang  terbit di Semarang, Jawa Tengah sejak tahun 1845.

Kemudian koran Aneta (Algemeen Nieuws- en Telegraaf- Agentschap/ Keagenan Umum Berita dan Telegraf).

Aneta merupakan kantor berita yang berkantor di Den Haag Belanda. Berdiri sejak 1917, namun memiliki perwakilan di Yogyakarta.

Juga Koran Sin Po, sebuah surat kabar milik orang-orang Tionghoa pada masa itu.

Menurut Dr Surya Suyadi, MA sejumlah koran Belanda masih terbit di Indonesia hingga tahun 1950an.

Dia mengatakan, bahwa koran adalah sumber penting untuk merekonstruksi sejarah.

Sebab, biasanya koran cepat memberitakan walaupun dari segi analisa dan pengembangan, terbatas.

Kendati koran memiliki posisi secara sosiologis dan subyektif, namun jelas berita memiliki standar tertentu dari aspek jurnalisme.

Sehingga, dia menyimpulkan sesuatu berita merupakan sebuah kenyataan di lapangan.

Dan, dari eksplorasinya itu Dr Surya Suryadi, MA mendapati peristiwa SU 1 Maret 1949 mulai diberitakan pada 3 Maret 1949.

Lihat juga...