Lemhannas RI : Indonesia Posisikan Tiongkok sebagai Peluang dan Ancaman

JAKARTA, Cendana News – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Andi Widjajanto, menilai posisi Indonesia adalah prioritas tinggi bagi Amerika Serikat. Sementara bagi Tiongkok, Indonesia dinilainya berada pada prioritas menengah.

“Dalam bahasa gepolitik, geopolitical interest-nya Amerika Serikat lebih besar di Indonesia, daripada geopolitical interest-nya tiongkok,” katanya saat menjadi narasumber pada webinar “Kepemimpinan Indonesia di Tengah Rivalitas AS dan Tiongkok dan Proyeksi Tata Dunia Baru dalam Perspektif Geopolitik dan Keamanan” Senin (4/4/2022).

Menurut Andi, kepentingan geopolitik Tiongkok secara global masih ada di Asia Timur. “Gepolitik Tiongkok cenderung bergerak ke arah samudera timur yang mengarah ke Jibouti, mengarah ke negara-negara di Asia Tengah,” ungkap Andi Widjajanto.

Bagi AS, dari berbagai aspek, beberapa negara Asia Tenggara selain Indonesia, juga mendapatkan prioritas di antaranya Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Lemhannas mengungkapkan jika hubungan antara AS dan Tiongkok selama 73 tahun terakhir cenderung meningkat.

“Sepanjang 1949 hingga 2022, relasi antara AS dan Tiongkok cenderung bagus, hubungan keduanya berbentuk regresi linear, cenderung menaik dan membaik,” ungkap Gubernur Lemhannas.

Gubernur Lemhannas juga mencermati hubungan antara Indonesia dan Tiongkok yang dianggapnya berada dalam posisi ambigu. Dasarnya adalah Indonesia yang memposisikan negara Panda tersebut sebagai ancaman dan peluang.

”Alutsista Indonesia sebagian besar masih berada pada blok NATO. Persepsi Indonesia terhadap Tiongkok sebagai ancaman, tapi peluang kerja sama untuk mengembangkan ekonomi Indonesia juga signifikan, jadi terlihat ambigu,” kata Andi.

Andi dalam hal tersebut juga mengungkapkan skenario interaksi antara Amerika Serikat terhadap Tiongkok, yaitu skenario Persaingan Damai dan Konflik Militer.

Skenario prersaingan damai bertujuan untuk mendorong negara mitra mendukung Amerika serikat di isu strategis, sementara pada skenario konflik militer bertujuan untuk mengalahkan tiongkok secara politik dan militer.

Lihat juga...