Pemerintah – Polda DIY Libatkan Warga Cegah Kasus Klitih Kembali Terjadi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA Cendana News — Pemerintah DIY bersama jajaran Kepolisian, berencana melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Jaga Warga di setiap kelurahan/desa, guna mengatasi persoalan kejahatan jalanan yang kerap dilakukan kalangan remaja atau kerap disebut ‘Klitih’, beberapa waktu belakangan.

Langkah itu diambil setelah Pemda DIY melalui Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setda DIY bersama Kepolisian Daerah (Polda) DIY bertemu untuk melakukan pembahasan terkait persoalan tersebut bertempat di Kantor Direskrimsus Polda DIY, Sleman, Selasa (5/4/20222) sore.

Biro Tapem Setda DIY KPH Yudanegara mengatakan, Kalurahan memiliki modal sosial berupa gotong royong warga, yang diwujudkan melalui Kelompok Jaga Warga. Sesuai Pergub DIY 28/2021, Kelompok Jaga Warga ini memiliki tugas dalam membantu menyelesaikan konflik sosial di lingkungan masyarakat.

“Karena itu modal sosial ini dapat menjadi tambahan kekuatan untuk turut menanggulangi kejahatan jalanan di masing-masing wilayah,” tutur Kanjeng Yuda.

Kalurahan diharapkan dapat terus bergerak menjaga titik-titik rawan di wilayahnya dengan melibatkan relawan masyarakat dan Jaga Warga. Kegiatan monitoring terhadap aksi anak-anak yang berpotensi melakukan kejahatan jalanan secara kontinyu ini selanjutnya dapat dilaporkan ke Polsek terdekat melalui Bhabinkamtibmas.

“Saya juga minta Jaga Warga tingkat kalurahan ikut mengawasi aktivitas anak-anak muda setelah jam belajar masyarakat. Intensifkan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek setempat, bila mulai meresahkan masyarakat. Sebagai orang tua, kami juga tidak ingin anak-anak kami menjadi pelaku, terlebih korban kejahatan jalanan. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” imbuhnya.

Sementara, Direktur Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol. Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, S.IK., M.Si.,mengatakan Polda DIY sesuai dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan.

Di samping itu, Kapolda DIY Irjen Pol. Asep Suhendar mengutarakan juga telah memberikan beberapa arahan yang diharapkan dapat menjadi solusi kejahatan jalanan.

“Bapak Kapolda DIY telah memberikan beberapa arahan misalnya melakukan pembinaan dan penyuluhan secara berkala kepada pelajar SMP/SMA terkait kejahatan jalanan oleh Bhabinkamtibmas serta melakukan razia pada tas bawaan pelajar. Di sisi lain, penerangan jalan harus diperbanyak, memasang spanduk imbauan lokasi rawan kejahatan, serta membatasi siswa (bagi yang belum memiliki SIM) untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah,” jelas Berto.

Berto mengatakan, upaya tersebut juga perlu didukung dengan kolaborasi bersama Pemda untuk menambah CCTV di tempat rawan kejahatan dan manajemen media.

Lihat juga...