Petani Cabai Merugi Lagi, Harga Pupuk Naik, Harga Jual Anjlok

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG, Cendana News – Anjloknya harga cabai merah keriting membuat sejumlah petani di Lampung Selatan mengalami kerugian.

Kerugian akibat anjloknya harga jual cabai merah keriting di tingkat petani itu bertambah pula dengan adanya serangan hama cabai.

Belum lagi harga pupuk, obat-obatan dan perlengkapan lain dalam budidaya cabai merah yang juga naik.

Darsi (49), petani cabai di Dusun Harapan Jaya, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, menyebut harga cabai merah keriting hanya Rp12.700 per kilogram.

Sementara harga normal cabai merah keriting yang menguntungkan bagi petani sebesar Rp30.000 per kilogram.

“Anjloknya harga cabai merah keriting itu sudah berlangsung sejak awal tahun,” kata Darsi kepada Cendana News, Sabtu (16/4/2022).

Menurut Darsi, anjloknya harga jual cabai juga berbarengan dengan munculnya organisme pengganggu tanaman (OPT) jenis layu fusarium.

Darsi mengatakan, ribuan tanaman cabai keriting memasuki usia dua bulan terserang hama layu fusarium.

Dia menjelaskan, hama itu bersumber dari jamur yang menempel pada batang tanaman cabai.

Sementara itu dia mengaku kesulitan untuk melakukan pengobatan, meski sudah menggunakan fungisida.

“Saat hama layu fusarium menyerang, upaya yang dilakukan dengan memotong batang agar tidak merembet ke tanaman lain,” katanya.

Darsi mengatakan, sebenarnya upaya pencegahan sudah dilakukan sejak penyiapan lahan. Caranya dengan menaburkan kapur pada lahan tanah.

Lihat juga...