Harga Telur Mahal Sebabkan Penjualan Lauk Alternatif Meningkat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

“Saya menyediakan ikan tengkurungan, selar, tanjan, tongkol hingga ikan simba,” ulasnya.

Kenaikan harga telur ayam diakui Hasan, salah satu pengecer, bahkan pernah pada level Rp22.000 hingga Rp24.000 per kilogram. Sejak satu bulan terakhir hingga usai lebaran Idul Fitri harga masih bertahan pada level Rp27.000 per kilogram. Kenaikan harga sudah terjadi pada level distributor.

“Distributor bilang harga pakan pada level peternak mahal berimbas pada harga telur ayam,” paparnya.

Pedagang tempe di pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, sedang melayani pembeli, Kamis (26/5/2022). Foto: Henk Widi

Membeli lauk alternatif berupa tempe, tahu, ikan air tawar dilakukan Novianti. Warga asal Bumi Waras, Bandar Lampung itu mengaku mengatur uang belanja agar bisa memenuhi kebutuhan lauk keluarga. Alih alih membeli telur ayam, ia beralih membeli tempe dan ikan air tawar.

Lauk tempe dan ikan air tawar sebut Novianti bisa menjadi asupan gizi bagi keluarganya. Variasi olahan ikan air tawar, tempe diakuinya bisa menjadi pilihan saat harga telur ayam naik pada sejumlah pasar tradisional.

Novianti menyebutkan, ia masih bisa memenuhi kebutuhan telur dari hasil ternak keluarga. Telur dari ayam kampung, bebek menjadi bahan lauk tanpa harus membeli. Memanfaatkan lahan di belakang rumah, ia bisa memenuhi kebutuhan lauk telur tanpa harus membeli.

Lihat juga...