Cuaca Tak Tentu, Petani di Sleman Bingung Tentukan Pola Tanam

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA, Cendana News – Cuaca yang tidak menentu membuat sejumlah petani di kabupaten Sleman, kebingungan.

Akibat cuaca tidak menentu tersebut banyak petani bimbang menentukan jenis komoditas pertanian.

Hal itu karena cuaca hujan masih sering melanda, meski seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau.

“Kalau dari hitungan saat ini sudah musim kemarau, tapi masih sering turun hujan. Jadi, bingung mau tanam apa?” kata Martinah, petani di dusun Grogol, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (12/6/2022).

Menurut Martinah, sejumlah petani di dusun Grogol biasanya menerapkan pola tanam padi-palawija-palawija setiap tahunnya.

Sesuai pola tanam tersebut, mereka seharusnya memasuki masa tanam kedua, yakni untuk komoditas palawija.

“Tapi karena sampai sekarang masih sering turun hujan, kita jadi ragu-ragu untuk menanam palawija,” katanya.

Meski demikian, Martinah mengaku tetap menanam komoditas palawija berupa kacang tanah pada musim tanam kedua ini.

Dia tak punya pilihan lain, karena untuk menanam padi lagi tidak memungkinkan. Hal ini karena irigasi tidak mendukung.

“Karena di sini irigasi kurang, maka kita hanya tanam padi sekali setahun, setelah itu palawija sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Dengan cuaca yang tidak menentu ini, para petani seperti Martinah hanya bisa berharap agar hujan segera berhenti.

“Mudah-mudahan saja tidak hujan berlebihan, karena tanaman kacang tanah bisa menguning dan tidak tumbuh maksimal,” katanya.

Lihat juga...