Gado-gado dan Rujak Sawahan Malang, Selera Pegawai Hingga Band Papan Atas

MALANG, Cendana News – Di Kota Malang, tidaklah sulit jika mencari kuliner gado-gado dan rujak. Salah satu yang cukup banyak diketahui adalah rujak dan gado-gado Sawahan. Kuliner ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Berawal di sebuah gang di Jalan Yulius Usman atau yang biasa disebut Sawahan. Kedai sederhana ini menempel di tembok samping sebuah ruko.

Sekian tahun berselang, tepatnya sejak tahun 2018 rujak dan gado-gado Sawahan ini pindah lokasi ke Jalan Kemantren 3, Sukun, Kota Malang. Kira-kira sudah ada 30 tahunan berdirinya.

“Awalnya, dulu ibu saya, Sofiana. lalu diteruskan adiknya ibu, terus dilanjutkan saya. Menunya dari dulu ya ini, tidak ada perubahan. Kalau yang membedakan rujak di sini dengan lainnya itu petis dan cingurnya. Kami pakai cingur lokal, yang kualitasnya lebih bagus daripada cingur luar. Cingur lokal biasanya lebih empuk, kalau yang cingur luar itu kadang teksturnya kayak karet, lebih alot,” ungkap Chisbiyah, pengelola rujak dan gado-gado Sawahan saat ini, Jumat (17/6/2022).

Bu Lis, sapaan akrab Chisbiyah menuturkan, bumbu gado-gadonya asli dari kacang tanpa campuran bahan lain. “Soalnya ada bumbu gado-gado yang dicampur kentang, bahkan kerupuknya dicampur juga jadi bumbunya kental. Kalau kita memang lebih encer, tapi memang kacang asli,” tuturnya, seperti dimuat InfoPublik.

Selain kelezatan yang berbeda dari bumbunya, rujak dan gado-gado Sawahan ini juga memiliki porsi yang cukup besar. Tak hanya itu, isiannya pun juga lebih lengkap. Dalam seporsi rujak cingur, Anda akan menemukan tempe kedelai, tempe kacang, tahu, tauge, timun, kubis, kacang panjang, lontong, dan tentunya potongan cingur. Tak hanya itu saja, rujak cingur Sawahan ini juga dilengkapi dengan mangga muda dan bengkoang.

Lihat juga...