Indonesia Kecam Aksi Pawai Bendera Israel di Al Aqsa Yerusalem Timur

Admin

JAKARTA, Cendana News – Pemerintah Indonesia mengecam  aksi pawai bendera Israel dan serangan ke wilayah Al Aqsa, Yerusalem Timur oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemlu) RI Teuku Faizasyah, mengatakan hal tersebut merupakan pelanggaran kesepakatan atas Al Aqsa.

“Dan, dengan demikian juga pelanggaran terhadap hukum internasional,” kata Faizasyah dikutip dari laman infopublik, Sabtu (4/6/2022).

Menyikapi peristiwa tersebut, Indonesia menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melakukan langkah-langkah untuk memastikan tidak adanya eskalasi di wilayah pendudukan.

Hal itu karena akan menciptakan kondisi yang meningkatkan sensitivitas hubungan antaragama di antara masyarakat dunia.

“Karena itu, kita mengingatkan setiap negara untuk menahan diri dan tidak mengeskalasi konflik dari sekarang,” kata Faizasyah.

Sebelumnya, ribuan warga Israel melakukan pawai bendera yang kontroversial di Yerusalem timur pada Minggu (29/5/2022).

Mereka melakukan itu, meskipun bisa memicu babak baru ketegangan dengan warga Palestina.

Massa yang mengibarkan bendera Israel berangkat dari Gerbang Damaskus—pintu masuk utama ke Kawasan Muslim Kota Tua Yerusalem.

Mereka menari dan meneriakkan ‘bangsa Israel hidup’ dan ‘mati bagi orang Arab’.

Polisi Israel dengan perlengkapan anti huru hara memblokir jalan-jalan di sekitarnya.

Dan, secara paksa memindahkan pengunjuk rasa Palestina dari rute tersebut.

Sebanyak 79 warga Palestina terluka di Yerusalem oleh peluru karet, granat suara, dan semprotan merica.

Seorang pengunjuk rasa bahkan ditembak dengan tembakan langsung.

Lihat juga...