Naiknya Harga Cabai di Lampung Tak Berdampak Bagi Warga Karena Ini

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG, Cendana News – Masyarakat di Lampung Selatan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, sehingga saat harga cabai naik tak begitu terdampak.

Saat ini di wilayah Lampung harga cabai naik bervariasi, dari Rp30.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Bahkan untuk jenis cabai rawit, cabai keriting, dan cabai merah tembus di atas Rp100.000 per kilogram.

Namun, kenaikan harga cabai yang acapkali terjadi tak begitu berdampak bagi sebagian warga di Lampung Selatan.

Para ibu rumah tangga (IRT) di daerah itu sejak lama sudah terbiasa menanam cabai di pekarangan atau di media tanam seperti polybag.

Suyatinah, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, misalnya, menanam cabai di tegalan sawah, kebun, dan pekarangan.

Dia menanam beragam cabai, seperti cabai caplak, rawit, dan keriting.

Selain itu, dia juga menanam cabai rawit jenis pakan burung yang tumbuh menahun.

Jenis cabai tersebut bisa menghasilkan buah hingga setahun, karena memiliki batang bercabang banyak.

“Jenis cabai rawit pakan burung ukuran kecil cocok untuk di tegalan sawah,” kata Suyatinah, Senin (20/6/2022).

Selain di tegalan sawah, ia juga menanam cabai menggunakan karung bekas semen dan polybag.

Menurutnya, dengan menanam cabai sendiri di pekarangan rumah bisa menghemat pengeluaran. Terlebih, di saat harga cabai sedang tinggi.

Dia juga biasa menggunakan cabai rambat atau puyang, dengan tingkat kepedasan menyerupai cabai umumnya.

Sementara itu dalam jangka panjang, Suyatinah juga memiliki cara untuk menyimpan stok cabai.

Caranya adalah dengan melakukan pengawetan di saat panen cabai sedang melimpah.

Dia menjelaskan, proses pengawetan tersebut dengan pengeringan. Caranya, mudah. Cabai direbus dan dijemur hingga kering.

Lihat juga...