Omzet Pedagang Hewan Kurban di Sleman Turun Drastis Akibat PMK

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA, Cendana News – Pedagang dan peternak merasa terpukul karena omzetnya pada momentum Idul Adha 2022 ini turun drastis akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

Akibat PMK yang masih mewabah menjelang hari raya Idul Adha ini para peternak dan pedagang hewan kurban tak bisa untung.

Pedagang hewan kurban di Maguwoharjo, Sleman, Slamet Hadi mengatakan akibat PMK ini ternak sapi di pasaran menjadi langka.

Hal itu karena pasar hewan banyak yang ditutup, sementara untuk mendatangkan sapi dari luar daerah sangat sulit. Bahkan, tidak bisa.

“Sehingga harga ternak sapi menjadi mahal,” kata Slamet Hadi, Minggu (19/6/2022).

Akibat kelangkaan sapi di pasaran tersebut, pada momentum hari raya Idul Adha 2022 ini Slamet Hadi mengaku tak bisa menjual hewan kurban sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya pada satu-dua bulan sebelum hari kurban dia sudah bisa menjual 30-40 ekor sapi.

Tapi, sekarang menurun drastis menjadi hanya sekitar 9 ekor saja.

“Itu karena mencari barang susah. Ini saya bisa dapat dengan berburu langsung ke tempat peternak di desa-desa,” ungkapnya.

Selain mengalami penurunan pendapatan secara drastis, para peternak dan pedagang hewan kurban juga mengaku khawatir ternaknya terserang PMK.

Lihat juga...