Buka Kongres, Presiden Soeharto: Bahasa Jawa Punya Arti Besar dalam Kebudayaan

SENIN, 15 JULI 1991, Pukul 09.00, Presiden Soeharto membuka Kongres Bahasa Jawa 1991 di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kata sambutannya, Kepala Negara mengatakan bahwa bahasa Jawa mempunyai arti yang besar dalam kebudayaan Jawa dan banyak masalah yang berkaitan dengan bahasa Jawa.

Karena itu, demikian Presiden, seyogianyalah para peserta kongres memilih pokok-pokok bahasan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, kongres ini juga akan membawa arti bagi perkembangan bahasa dan kebudayaan Jawa di masa-masa mendatang.

Presiden Soeharto mengharapkan, dalam kongres yang baru pertama kali diadakan tersebut, didapatkan berbagai masukan yang berharga dalam melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.

“Penyelenggaraan kongres ini juga menunjukan bahwa kehidupan sosial budaya tetap mendapat perhatian, meskipun dewasa ini kita sendang giat membangun,” terang Pak Harto.

Dikatakan, pembangunan yang mengabaikan budayanya sendiri, akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Kita juga tidak mau membiarkan warisan budaya, punah dan lenyap dalam perjalanan sejarah.

“Kita tidak ingin anak cucuk kita kelak merasa asing terhadap budaya sendiri. karena itulah sejak semula kita bertekad untuk membangun masa depan kita yang berpijak di atas kepribadian dan tumbuh di atas nilai-nilai budaya kita,” tambah Pak Harto dalam pidatonya.

Lihat juga...