Kriteria Pemimpin yang Baik Menurut Alquran 1

Oleh: Abdul Rohman

Maka, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mendorong terwujudnya iklim masyarakat ber-Tuhan.

Selain itu sekaligus sosok yang mampu menggerakkan energi kepemimpinannya untuk mewujudkan sistem sosial kemasayarakatan-kebangsaan-kenegaraan, yang tidak melanggar jiwa hukum Tuhan.

Makna tidak melanggar jiwa hukum Tuhan ini tentu saja luas. Bahwa Tuhan, Allah SWT, sebagaimana terdokumentasi dalam Alquran, menyatakan bahwa menghilangkan nyawa orang lain di luar prosedur yang dibenarkan (oleh putusan pengadilan, dan lainnya) adalah sesuatu yang dilarang.

Mengambil harta orang lain, berbuat tidak adil, menyakiti orang lain, mengekspolitasi orang lain, membuat kerusakan, hubungan laki-laki perempuan di luar prosedur agama, dan lain-lain, sebagaimana termaktub dalam nash-nash keagamaan adalah hal-hal yang dilarang.

Maka, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki komitmen dan visi yang diyakini mampu mewujudkan iklim berketuhanan, sekaligus mewujudkan kontrak sosial yang tidak melanggar jiwa hukum Tuhan.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, ini memiliki relevansi bahwa pemimpin harus memiliki komitmen dan diyakini mampu mewujudkan amanat Pancasila.

Yaitu, mewujudkan peradaban bangsa Indonesia yang ber Tuhan.

Konsekuensi komitmen mewujudkan peradaban ber-Tuhan adalah membentuk peradaban yang menjunung tinggi kemanusiaan, keadilan dan keadaban. (Bersambung)

Lihat juga...