Lagi, Ahli Waris Blokade Tol Jatikarya Tuntut Ganti Rugi Lahan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI, Cendana News – Ahli waris lahan yang dipakai pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung di Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat kembali melakukan blokade jalan pintu keluar tol, Selasa (12/7/2022).

Aksi itu digelar pukul 15.00 WIB tadi hingga membuat pengguna tol Jatikarya 1 yang akan keluar harus menggunakan satu jalur, mengingat jalur sebagian besar ditutup para ahli waris yang merasa haknya belum dibayar.

Aksi blokade Tol Jatikarya itu juga imbas dari pertemuan yang dilakukan dengan berbagai pihak meliputi Kementerian PUPR, perwakilan ahli waris dan kuasa hukum serta polisi melalui zoom meeting.

Dalam pertemuan kedua yang telah dijadwalkan dua minggu lalu tersebut kembali menemukan jalan buntu, terkait ganti rugi tanah warga Jatikarya yang telah dibangun Tol Cimanggis-Cibitung.

“Pertemuan kedua masih seperti dua minggu lalu, bahwa mereka (para pemangku kepentingan) sampai saat ini belum bisa memberikan sesuatu kepastian, untuk memutuskan masalah ganti rugi lahan warga Jatikarya,” ungkap Dani Bahdani, kuasa hukum Warga Jatikarya kepada wartawan usai melakukan pertemuan.

Dikatakan, terutama dari Kementerian Keuangan dalam pertemuan itu menganggap bahwa lahan warga yang digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut merupakan aset, dengan mengacu pada UU nomor 1 tahun 2004.

Padahal jelas Dani, objek tanah itu sudah diletakkan sita dan sudah ada putusan sebelum ada UU Nomor 1 tahun 2004.

“Perlu digaris bawahi, semua pihak mengaku membeli tanah dari orang tua klien kami. Semua pihak ini, saya hitung ada 8, semua memiliki SPH, ada yang memiliki akte jual beli, semua mengaku membeli tanah dari mayat orang tua klien kami yang sudah meninggal dunia dari tahun 1942 sampai tahun 1972,” tegasnya.