Pengembang Lakukan Pengosongan Ratusan Kios di TPS Pasar Kranji

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI, Cendana News – Pengembang revitalisasi Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/7/2022) menutup ratusan kios di Tempat Penampungan Sementara (TPS) karena dianggap tidak memenuhi kewajiban membayar down payment (DP).

Legal Hukum perusahaan pengembang revitalisasi, Jumanter Pardede mengatakan, penutupan dan pengosongan merupakan salah satu bentuk penertiban yang dilakukan PT Anisa Bintang Blitar (ABB), setelah sebelumnya memberi peringatan kepada para pedagang.

“Berkali-kali teguran telah dilakukan kepada para pedagang, baik lisan atau tulisan kepada pedagang yang telah menempati kios di TPS, yang belum menunaikan kewajiban DP sama sekali. Tapi, tetap membandel hingga dilakukan penutupan,” tegas Jumanter

Dikatakan, sesuai yang tertera dalam perjanjian kerja sama (PKS) dan intruksi langsung Wali Kota Bekasi pada tahun 2021, jelas pedagang diperintahkan membayar 10 persen sebelum pindah dari bangunan lama ke TPS.

Bahkan lanjutnya jika mengacu pada PKS Revitalisasi Pasar Kranji Baru pedagang sebelum pindah harus membayar 10 persen DP, setelah sebulan menempati kios di TPS membayar lagi 10 persen dari harga kios yang akan dibangun, kemudian dua bulan berikutnya harus membayar DP lagi.

“Pengembang sebenarnya sudah banyak memberi kemudahan kepada pedagang, tapi ini membandel, kios di TPS yang diperuntukkan kepada pedagang asli yang ada di gedung lama disewakan lagi, kemudian oleh si B disewakan lagi ke C. Tapi kewajiban DP tidak dipedulikan,” tegasnya.

Menurutnya, total kios bermasalah karena dianggap belum menunaikan kewajiban ada 1.000 kios yang DP-nya dibawah 10 persen. Kalau yang nol persen kurang lebihnya ada 560 kios. Sedangkan total jumlah pedagang keseluruhan berjumlah 1.846 pedagang sesuai kios yang disediakan di TPS.

Lihat juga...