Presiden Soeharto: Kejahatan Ekonomi Bukan Sekedar Pelanggaran Pidana

JAKARTA, Cendana News – Memeriahkan peringatan Hari Bakti Adhyaksa yang jatuh pada Jumat 22 Juli 2022, Cendana News memuat sebuah tulisan dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994) dengan judul PRESIDEN: KEJAHATAN EKONOMI BUKAN SEKEDAR PELANGGARAN PIDANA.

Presiden Soeharto mengatakan pelanggaran dan kejahatan ekonomi tidak boleh dianggap sebagai sekedar pelanggaran tindak pidana, karena juga merupakan kejahatan terhadap moral.

“Pelanggaran dan kejahatan ekonomi yang menyangkut dana rakyat banyak adalah juga pelanggaran dan kejahatan terhadap moral,” kata Presiden di Istana Negara, Sabtu(16/04/1994) ketika membuka Raker Kejaksaan.

Kepala Negara yang didampingi Jaksa Agung Singgih mengatakan, pelanggaran dan kejahatan ekonomi tidak saja menghambat pembangunan, tapi juga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan itu sendiri.

Karena itu, pelanggaran dan kejahatan ekonomi harus mendapat perhatian sungguh-sungguh para jaksa, kata Presiden kepada sekitar 300 jaksa yang datang dari seluruh tanah air.

”Kesiapan dan ketepatan pembuktian telah terjadinya tindak pidana merupakan unsur penentu bagi hakim dalam mengambil keputusan,” kata Presiden pada acara yang dihadiri pula Menko Polkam Soesilo Soedarman dan Menkeh Oetojo Oesman.

Lihat juga...