22-8-1985, Presiden Soeharto Resmikan Waduk Song Putri Wonogiri

Presiden Soeharto: Berhasil atau Gagalnya Pembangunan Berada di Tangan Kita Sendiri

KAMIS 22 AGUSTUS 1985, Setiba di Solo, Presiden dan Ibu Tien Soeharto menghadiri upacara peresmian Waduk Song Putri, Wonogiri, Jawa Tengah. Presiden meresmikan waduk ini dengan menandatangani prasasti dan membuka pintu waduk.

Pada kesempatan itu Kepala Negara mengadakan dialog dengan para petani setempat. Sementara itu Ibu Tien Soeharto menyerahkan bibit penghijauan kepada Kepala Desa Windukerto, Wonogiri.

Memberikan kata sambutan pada acara peresmian, Presiden mengatakan, waduk ini memang bukan waduk yang besar. Namun, waduk ini mempunyai arti yang penting bagi pembangunan daerah ini khususnya dan pembangunan kita pada umumnya.

Sebab, pembangunan waduk ini merupakan bagian dari usaha besar kita untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber air dari Sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya.

“Pembangunan waduk ini merupakan bagian dari sederetan pembangunan waduk-waduk dan bendungan-bendungan yang telah, sedang dan akan terus kita lakukan untuk memanfaatkan salah satu sumber daya alam yang kita miliki, yaitu air,” terang Presiden Soeharto.

Presiden mengatakan, Bengawan Solo merupakan salah satu sumber alam yang besar. Sama halnya dengan sungai-sungai yang lain. Maka, jika sungai ini bisa kita kendalikan, ia akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan kita.

“Sebaliknya, jika sungai itu tidak bisa kita kendalikan, maka ia dapat mendatangkan malapetaka,” sebut Presiden.

Lihat juga...