Catatan Penting SILATNAS PPAD 2022 –Bagian 1

Oleh: Brigjen TNI Purn Drs Aziz Ahmadi, MSc

Belum lagi jabaran anatomis dari yang hadir. Baik jumlah dan kapasitas masing-masing personalnya.

Hampir 10.000 anggota PPAD hadir, mulai dari Purnawirawan Kopral sampai Purnawirawan Jenderal.

Mulai dari purnawirawan yang berhasil menjadi pengusaha lokal, nasional dan multinasional, hingga yang berhasil mencapai pangkat dan jabatan tertinggi di Angkatan Darat.

Nyaris semua Mantan Kasad yang masih ada alhamdulillah dapat hadir membersamai mantan prajuritnya.

Selain itu, juga pejabat tingkat Kodam/Kotama, Mabes AD, dan Kasad, sampai sejumlah menteri, dan tentu saja presiden yang meresmikan Silatnas tersebut.

Singkat cerita, betapa fenomenal dan spektakulernya Silatnas PPAD tersebut dibuktikan dengan kehadiran Jaya Suprana di SICC pada siang harinya.

Pemrakarsa berdirinya Museum Rekor Indonesia yang sekarang dikenal dengan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 27 Januari 1990, hadir untuk menyerahkan Piagam Penghargaan Rekor MURI atas Pelaksanaan Silatnas terbesar sepanjang masa kepada Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo.

Aspek Spirit

Sebagaimana ditekankan oleh Ketum PPAD Jenderal Doni, Silatnas ini dihajatkan dan dipresentasikan untuk merawat organisasi.

Pertanyaannya, kenapa organisasi PPAD mesti dirawat? Apakah selama ini PPAD sakit? Apakah PPAD terlantar? Apakah PPAD gagal mengarungi pasang-surut perjuangan?

“Sejuta jawaban dan analisis dapat diberikan seperti halnya sejuta pertanyaan dapat dimunculkan”.

Namun yang pasti kemegahan atau keberhasilan secara fisik dari Silatnas itu juga diimbangi, bahkan lebih fenomenal lagi, kemegahan dan keberhasilan secara spiritual.

Pertama, Silatnas PPAD berhasil menjadi wahana untuk memelihara momentum dan menjaga elan vital perjuangan PPAD.

Lihat juga...