Mengapa Bangsa Indonesia Begitu Lama Dijajah?

Oleh: Abdul Rohman

JAKARTA, Cendana News – Untuk menjawab itu, saya menggunakan riset Victor Miroslave Vic, sejarawan Kanada asal Yogoslavia.

Ia menyinggung sedikit dalam bukunya yang berjudul “Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi” (Jakarta: Yayasan Obor, 2005).

Analisis lengkapnya ada dalam bukunya sebelumnya.

Dalam buku itu (Kudeta 1 Oktober) ia menyinggung soal kenapa Paregreg terjadi.

Dari data yang dikemukakannya, saya mengkaitkan dengan sejarah perjalanan bangsa Nusantara sebelumnya.

Secara garis besar, bangsa Nusantara pada awalnya kuat dan sulit ditumbangkan.

Sebelum era Majapahit, ada dua kali ekspansi kekuatan luar Nusantara mencoba masuk dan merobohkan. Dua kali itu pula, gagal.

Pertama, Kerajaan Cola Mandala India. Mereka menyerang Sriwijaya sehingga kemampuan Sriwijaya merosot.

Namun, serangan itu tidak menyebabkan lepasnya kendali Sriwijaya atas Nusantara.

Serangan kedua melalui utara, oleh Kubilaikhan yang telah melumpuhkan Kekaisaran Cina.

Ia masuk dari utara dan menikam Singasari. Misi ini juga gagal. Suprastruktur Nusantara masih eksis.

Kerajaan-kerajaan Nusantara tidak bisa dimatikan dan tetap mengendalikan wilayah.

Sumpah Palapa Gajah Mada dikenal generasi hari ini sebatas heroisme sumpahnya untuk mempersatukan Nusantara.

Sedangkan cara yang sesungguhnya mempersatukan Nusantara tidak dipahami oleh generasi hari ini.

Yang dipahami, Gajah Mada hanyalah sosok penakhluk, conquistador dari wilayah-wilayah Nusantara yang lain.

Sumpah Palapa itu sebenarnya bisa dipahami sebagai pemetaan geopolitik Gajah Mada, setelah belajar dari dua peristiwa besar upaya kekuatan eksternal menikam Nusantara.

Lihat juga...