Warung Kelontong Sumiyem mampu bertahan dan berkembang karena ini

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA, Cendana News – Warung kelontong sederhana milik Sumiyem (60), meski berada di tengah kampung tampak penuh dengan aneka macam dagangan.

Di Warung Kelontong milik Sumiyem ini selain berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, sabun mandi, mie instan, dan air kemasan, juga ada jajanan ringan hingga mainan anak-anak.

Warung kelonting milik Samiyem ini juga dilengkapi dengan lemari pendingin, serta lemari beku untuk menyimpan es krim maupun minuman bersoda dan minuman lainnya.

“Alhamdulillah, omzetnya lumayan. Kalau ramai bisa ratusan ribu rupiah per hari,” ujar Sumiyem, warga dusun Masahan, Trirenggo, Bantul.

Meski sempat terdampak pandemi Covid-19, Sumiyem mengaku bersyukur bisa tetap bertahan dalam menjalankan usahanya.

Menurutnya, hal itu karena adanya program pinjaman ‘Modal Kita’ dari KUD Gemah Ripah Trirenggo binaan Yayasan Damandiri.

Dia mengaku rutin memanfaatkan pinjaman usaha ‘Modal Kita’ dari koperasi binaan Damandiri tersebut.

Sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang rata-rata dia meminjam Rp1-3 juta.

“Semua saya gunakan untuk mengembangkan usaha warung kelontong ini,” ungkapnya.

Sumiyem mengaku senang memanfaatkan pinjamanan’Modal Kita’ Koperasi Damandiri Trirenggo.

Sebab, prosesnya cepat dan mudah, serta cicilan pinjaman yang tergolong ringan.

“Terasa ringan karena bisa dibayar per bulan. Jadi, tidak tergesa-gesa,” katanya.

Untuk pedagang kecil seperti dirinya, pinjaman itu sangat membantu.

“Jadi, bisa dengan menyisihkan pendapatan sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Sejak tahun 2017, Yayasan Damandiri melalui KUD Gemah Ripah, aktif memberikan akses permodalan bagi warga desa Trirenggo Bantul.

Lihat juga...