2-10-1965, Presiden Soekarno angkat Jenderal Soeharto sebagai Pangkopkamtib

Meskipun dibantah oleh Menpangau Omar Dhani, namun Jenderal Soeharto membawa bukti sebuah senjata “Chung”, yang dirampas dari Pemuda Rakyat di Lubang Buaya, yang bernomor register AURI.

Dikatakan pula oleh Jenderal Soeharto bahwa dengan pengangkatan Mayjen. Pranoto sebagai Pelaksana Harian pimpinan AD, ia menyerahkan pimpinan AD dan tidak ikut bertanggungjawab lagi, agar tidak terjadi dualisme dalam kepemimpinan AD.

Dijelaskannya bahwa pengambilalihan pimpinan Angkatan Darat dilakukan dengan pertimbangan agar tidak terjadi kekosongan pimpinan. Dikatakannya pula bahwa biasanya kalau Menpangad Jenderal A Yani berhalangan, maka pimpinan Angkatan Darat selalu diserahkan kepada Pangkostrad.

Akan tetapi Presiden Soekarno menolak pengunduran diri tersebut, dan mengangkat Jenderal Soeharto sebagai Panglima Pemulihan Keamanan dan Ketertiban. Untuk itu Presiden Soekarno kemudian membuat pidato radio yang menjelaskan tentang tugas dan kedudukan Mayjen. Soeharto.

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 01 Oktober 1965 – 27 Maret 1968”, hal 7-8. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Lihat juga...