2 Oktober 1965 [I], surat Pak Harto kepada Bung Karno

OLEH NOOR JOHAN NUH * penulis buku dan bergiat di forum Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB) Jakarta

Di markas darurat Kostrad yang sudah pindah dua kali itu, sekitar pukul 11.00, saat menunggu laporan dari Kolonel Sarwo Edhie mengenai hasil penyerangan RPKAD ke Halim, diterima panggilan dari Presiden Soekarno melalui radio, meminta Mayor Jenderal Soeharto segera datang ke Istana Bogor.

Laporan dari Kolonel Sarwo Edhie tentang penyerangan ke Halim masih belum diterima. Apakah pasukan Sarwo Edhie berhasil menguasai Halim? Atau tidak!

Kembali Jenderal Nasution dan Mayor Jenderal Soeharto mendiskusikan persiapan pertemuan dengan Presiden Soekarno di Bogor. Pokok bahasan mengenai posisi Mayor Jenderal Soeharto di Angkatan Darat. Jika sampai Mayor Jenderal Soeharto tidak memiliki posisi di Angkatan Darat maka dapat dipastikan akan sangat sulit menumpas kudeta G30S/PKI.

*****

Bersambung

 

===

[1] Buku : Memenuhi Panggilan Tugas—Masa Kebangkitan Orde Baru–-Oleh DR AH Nasution—ditulis: Mungkin sekali AURI akan mengebom atau strafing markas Kostrad dan posisi kita lainnya dari udara. Karena itu disiapkan posko-2 di Senayan dan ke-3 di Cipete.

===

Lihat juga...