3 Oktober 1965 [I], Loyalitas jenderal-jenderal Angkatan Darat kepada Mayor Jenderal Soeharto

OLEH NOOR JOHAN NUH * penulis buku dan bergiat di forum Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB) Jakarta

 

Jenderal M Jusuf melapor ke Jenderal Soeharto

Mengenai loyalitas jenderal-jenderal Angkatan Darat kepada Mayor Jenderal Soeharto, dapat dicermati dari pengalaman Jenderal M Jusuf. Dalam biografinya, Panglima Para Prajurit, oleh Atmadji Sumarkidjo, ditulis; Jenderal M Jusuf sebagai Menteri Perindustrian Ringan pada 1 Oktober 1965, sedang berada di Peking (Beijing).

Mendapat berita telah terjadi kudeta Gerakan 30 September, Jenderal M Jusuf segera memutuskan pulang ke Jakarta. Karena tidak ada penerbangan langsung dari Peking ke Jakarta, maka ia harus naik kereta api dari Peking ke Hongkong memakan waktu dua hari. Dari Hongkong naik pesawat Garuda ke  Jakarta dan tiba tanggal 4 Oktober 1965.

Tiba di Jakarta, dari lapangan udara Kemayoran M Jusuf langsung ke Kostrad melapor kepada Jenderal Soeharto. Jenderal M Jusuf tidak melapor kepada caretaker pimpinan Angkatan Darat Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro. Setelah melapor kepada Mayor Jenderal Soeharto,  M Jusuf  sebagai Menteri Perindustrian Ringan melapor ke Presiden Soekarno di Istana Bogor.

Pengalaman Jenderal M Jusuf ini menggambarkan betapa bentuk dukungan atau loyalitas jenderal-jenderal Angkatan Darat kepada Mayor Jenderal Soeharto, terlebih dalam keadaan situasi kritis saat itu.

 

Penugasan Jenderal Soeharto menjadi berita

Menjadi headline koran Berita Yudha tanggal 3 Oktober 1965 tentang pertemuan Presiden Soekarno dengan Mayor Jenderal Soeharto di Istana Bogor sehari sebelumnya.  “MAJ. DJEN. SOEHARTO DITUGASKAN MEMULIHKAN KETERTIBAN.” Dan hampir semua koran pagi itu (3 Oktober 1965) menuliskan tiga hal penting yaitu pimpinan Angkatan Darat langsung berada di tangan Presiden Soekarno. Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro sebagai caretaker pimpinan Angkatan Darat dan Mayor Jenderal Soeharto ditugaskan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Lihat juga...