4 Oktober 1965 [III], Tujuh Jenazah diotopsi di RSPAD

OLEH NOOR JOHAN NUH * penulis buku dan bergiat di forum Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB) Jakarta

Kalau melihat daerah ini ada di kawasan lubang buaya. Daerah Lubang Buaya termasuk Lapangan Halim. Kalau saudara melihat fakta dekat sumur ini, telah menjadi pusat latihan dari sukwan dan sukwati yang dilaksanakan oleh Angkatan Udara. Mereka melatih anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani.

Satu fakta mungkin mereka latihan dalam rangka pertahanan pangkalan. Tapi menurut anggota Gerwani yang dilatih di sini dan ditangkap di Cirebon, adalah akan pulang ke Jawa Tengah, jauh dari daerah tersebut.

Jadi, kalau melihat fakta-fakta, apa yang diamanatkan Bapak Presiden, Pemimpin Besar Revolusi yang sangat kita cintai, bahwa Angkatan Udara tidak terlibat, mungkin ada benarnya. Tapi tidak mungkin, tidak ada hubungan dari peristiwa ini daripada oknum-oknum Angkatan Udara.

Saya sebagai anggota daripada Angkatan Darat mengetuk jiwa dan perasaan daripada patriot Angkatan Udara, bilamana benar-benar ada oknum yang terlibat dengan pembunuhan yang kejam dari para jenderal kita yang tidak berdosa ini. Saya berharap anggota patriot Angkatan Udara membersihkan anggota Angkatan Udara yang terlibat petualangan ini.

Saya berterimakasih, akhirnya Tuhan memberikan petunjuk yang terang dan jelas pada kita sekalian. Bahwa setiap tindakan yang tidak jujur, bahwa setiap tindakan yang tidak baik akan terbongkar.

Saya berterima kasih pada satuan-satuan khususnya resimen Parako, KKO, satuan lainnya serta rakyat yang membantu menemukan bukti ini dan turut serta mengangkat jenazah. Sehingga seluruh korban bisa ditemukan.”

 

*****

Bersambung

Lihat juga...