BKKBN : Perencanaan keluarga berperan penting kurangi angka Stunting

SURABAYA, Cendana News – Persoalan gagal tumbuh pada anak (stunting) menjadi tantangan dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas.

Menyikapi hal itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik, mengajak mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) untuk ikut mencegah lahirnya stunting baru. Ajakan ini disampaikan saat ia memberikan kuliah umum di Polkesma, Kamis (6/10/2022).

Lebih lanjut Rizal menyampaikan, ada beberapa program yang akan dilakukan untuk mencegah stunting. Antara lain, program perencanaan kehamilan untuk menjaga jarak kehamilan yang juga menentukan kualitas anak, dan program perencanaan pra nikah.

“Perencanaan keluarga sangat berperan penting untuk mengurangi angka stunting, termasuk perencanaan keluarga baru atau perencanaan calon pengantin,” ujar Prof Rizal, seperti dimuat InfoPublik, Jumat (7/10/2022).

Mengenai perencanaan pra nikah, Rizal mengatakan, akan ada edukasi tentang kesehatan reproduksi yang baik dan mempersiapkan kehamilan yang sehat. Pendekatan tersebut perlu dilakukan sejak dini, dari hulu memberi konseling pra nikah mencegah terjadinya stunting memberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi, termasuk persiapan psikologi dan ekonomi.

“Ayo para calon promotor kesehatan mari galakkan dan sosialisasikan Pre Konsepsi kepada Calon Pengantin (CATIN), No More Stunting Baby, jangan menikah dibawah 21 tahun dan melahirkan diatas 35 tahun. Yang kedua Ibu Hamil, harus makan makanan yang bergizi, beragam dan seimbang Jika ibu sudah melahirkan harus mempraktikkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif selama enam bulan,” kata Prof. Rizal.

Lihat juga...