Kabupaten Pidie paling rendah dalam cakupan imunisasi di Aceh

SIGLI, Cendana News – ‘Rapor Merah’ bagi Kabupaten Pidie diharapkan dapat terhapus dengan saling memerangi dengan cara melakukan Imunisasi terhadap anak.

Pernyataan itu, disampaikan Pj Bupati Ir Wahyudi Adisiswanto, M.Si saat membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Oproom Kantor Bupati Pidie.

Pj Bupati Pidie, Wahyudi lebih lanjut mengatakan, saat ini Kabupaten Pidie merupakan kabupaten yang cakupan imunisasi paling rendah di seluruh Provinsi Aceh.

“Ini menjadi ‘Rapor Merah’ bagi Pemkab Pidie, karena kegiatan Imunisasi merupakan salah satu program yang masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Karena itu, harus difahami,” ajaknya, seperti dimuat InfoPublik, Kamis(6/10/2022).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pidie, cakupan program Imunisasi masih sangat rendah di bawah 10 persen, sehingga anak-anak Pidie sangat rawan terjadi penularan penyakit.

Terutama Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti Penyakit Campak, Rubella, Difteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum (TN), Hepatitis B dan Polio.

Kondisi inilah, sebut Bupati Wahyudi Adisiswanto, mengapa imunisasi disebut sebagai metode yang paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit infeksi yang bisa menyerang kapan saja.

“Imunisasi wajib diberikan kepada bayi dan balita mengingat sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna, sehingga membuat anak- anak lebih rentan terserang berbagai jenis penyakit infeksi,” jelasnya.

Bupati Wahyudi Adisiswanto lebih lanjut mengatakan, Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan sasaran murid kelas 1, kelas 2 dan kelas 5 SD sederajat, dengan imunisasi yang diberikan yaitu Campak, DT dan Td yang rutin pelaksanaannya adalah setiap tahunnya, pada bulan Oktober dan November.

Lihat juga...